You are currently viewing Cara Menghitung Kebutuhan Genteng

Cara Menghitung Kebutuhan Genteng

Cara Menghitung Kebutuhan Genteng – Ketika akan membangun rumah atau gedung, tentunya salah satu unsur penting yang harus diperhitungkan dengan tepat adalah penutup atap. Bagian atap berfungsi sebagai pelindung dari cuaca baik panas, dingin, hujan, debu dan lainnya.

Salah satu jenis penutup dari atap yang biasa digunakan adalah genteng. Dalam memilih genteng, tentunya perlu perhitungan tepat. Bukan hanya soal desain dan warna tapi bagaimana cara menghitung kebutuhan genteng agar terdapat gambaran akan berapa banyak genteng yang harus dibeli.

Cara menghitung kebutuhan genteng ini sangat penting karena tidak hanya mengetahui berapa jumlah genteng yang akan dibeli, tapi juga bisa menjadi acuan jenis genteng apa yang diinginkan.

Untuk cara menghitung kebutuhan genteng, dimulai dari melakukan penghitungan luas atap rumah yang sedang dibangun. Namun bisa juga dilakukan menghitung panjang dan lebar pondasi rumah. Berikut penjelasan caranya:

1. Cara menghitung kebutuhan genteng dari luas atap

Misalnya akan dibangun rumah dengan perhitungan luas atap 10 x 9 m = 90 m2. Kemudian dikalikan dengan dua sisi atap maka total dari perhitungan atap rumah adalah 180 m2.

Total luas atap tersebut bisa menjadi acuan membeli genteng rumah, sebagai contoh 1 m2 genteng berisi 25 buah sehingga perhitungannya 180 m2 x 25 = 4.500 buah genteng yang bisa dibeli.

Disarankan untuk sedikit melebihkan genteng yang akan dibeli karena untuk antisipasi jika genteng mengalami kebocoran atau kerusakan.

2. Cara menghitung kebutuhan genteng dari panjang dan lebar pondasi

Misalkan rumah yang akan dibangun memiliki panjang 9 m dan lebar 7 m, sebaiknya ditambahkan 1 m untuk ukuran panjang dan lebarnya sehingga perhitungannya 10 x 8 = 80 m2. Selanjutnya, jumlah luas dikalikan dengan angka 35 dan perhitungannya 80 m2 x 35 = 2.800 buah genteng yang bisa dibeli.

Perhitungan tersebut hanya pada inti bagian rumah, jika rumah yang dibangun terdapat bagian lain seperti teras atau balkon yang ingin diberi atap genteng, maka perhitungan diatas bisa diulang. Kembali disarankan agar melebihkan sedikit jumlah genteng yang akan dibeli untuk memngantisipasi kerusakan genteng yang bisa terjadi saat pemasangan.

Macam-macam Jenis Genteng

Setelah mengetahui cara menghitung kebutuhan genteng yang efektif, ada baiknya untuk mengetahui jenis genteng yang ingin digunakan sesuai kebutuhan.

1. Genteng Seng

Jenis genteng ini adalah yang paling ekonomis dan cukup banyak digunakan. Meskipun ekonomis, genteng seng memiliki beberapa kekurangan seperti dapat menyerap panas sehingga di dalam rumah akan merasa mudah kepanasan, bersifat tidak tahan karat oleh karena itu penggunaannya hanya beberapa tahun saja.

2. Genteng Tanah Liat

Jenis genteng ini adalah yang paling umum digunakan oleh rumah-rumah di Indonesia sejak dulu. Bahan utamanya juga terbilang mudah ditemukan yaitu tanah liat, meski demikian genteng tanah liat memliki kelebihan yaitu meredam panas sehingga menjaga suhu rumah tetap sejuk. Adapun kekurangan dari genteng tanah liat yaitu memiliki bobot yang cukup berat.

3. Genteng Metal

Atap genteng metal ini sekilas mirip dengan genteng tanah liat tapi lebih ringan seperti seng. Walaupun demikian, jenis genteng ini bisa memantulkan panas dan anti karat.

4. Genteng Beton

Genteng ini menjadi pilihan untuk penutup atap perumahan-perumahan minimalis. Material utama dari atap genteng beton adalah semen yang dicampur agregat halus dan kasar, serta bahan pengikat lainnya.

Terbuat dari bahan berkualitas menjadikan genteng beton sangat kuat menahan panas, api, hujan badai, bahkan gangguan lumut. Akan tetapi, sudah umum diketahui bahwa beton memiliki beban yang sangat berat sehingga pastikan rangka dari atap rumah cukup kuat untuk menahannya.

Lihat harga beton lainnya: Harga Paving Block Per M2

Itulah artikel yang membahas mengenai tips serta cara menghitung kebutuhan genteng. Anda dapat melakukan proses kalkulasinya sendiri, namun jika mengalami kesulitan bisa bertanya kepada kontraktor bangunan yang akan melakukan pekerjaan atap tersebut.